Articles

KEADAAN SOSIAL INDONESIA 2024–2025: KEMISKINAN, KETIMPANGAN, KETENAGAKERJAAN, DAN AKSES DIGITAL

  • Nayla adzkia Student of Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta
Published
07 January 2026

Abstract

Artikel ini membahas keadaan sosial Indonesia periode 2024–2025 dengan menggunakan empat indikator utama, yaitu kemiskinan, ketimpangan pengeluaran, ketenagakerjaan, dan akses internet. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan data sekunder yang bersumber dari rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) serta hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). BPS mencatat persentase penduduk miskin pada Maret 2025 sebesar 8,47 persen atau sekitar 23,85 juta jiwa, dengan kemiskinan di perkotaan 6,73 persen dan di perdesaan 11,03 persen.  Kemiskinan ekstrem pada Maret 2025 sebesar 0,85 persen atau sekitar 2,38 juta orang.  Ketimpangan pengeluaran yang diukur dengan Gini Ratio pada Maret 2025 berada pada angka 0,375 dengan Gini Ratio perkotaan 0,395 dan perdesaan 0,299.  Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2025 tercatat 4,85 persen dengan rata-rata upah buruh sekitar Rp3,33 juta.  Di sisi lain, APJII melaporkan bahwa penetrasi internet Indonesia tahun 2025 mencapai sekitar 80,66 persen atau sekitar 229,4 juta pengguna, meningkat dari sekitar 79,5 persen pada tahun 2024, namun masih terdapat kesenjangan antar pulau serta perbedaan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Temuan ini menggambarkan adanya kemajuan indikator sosial, namun risiko kerentanan dan kesenjangan tetap menjadi tantangan penting.

Keywords

  • keadaan sosial
  • kemiskinan ekstrem
  • ketimpangan
  • pengangguran
  • internet